PERBANDINGAN JURNALISME ONLINE DAN JURNALISME KONVENSIONAL

PERBANDINGAN JURNALISME ONLINE DAN JURNALISME KONVENSIONAL 

 

 

Jurnalisme berasal dari kata journal yang berarti catatan harian atau catatan mengenai kejadian yang terja di dalam kehidupan sehari-hari. Journal sendiri berasal dari kata diurnalis yang mempunyai arti tiap hari atu harian. Dari perkataan itu muncul kata jurnalis, yaitu orang yang melakukan poekerjaan pada dunia jurnalistik.

Jurnalisme mulai benar-benar dimulai sejak huruf-huruf lepas untuk percetakan mulai digunakan di Eropa pada tahun 1440. dengan mesin cetak, lembaran berita dan juga pamphlet dapat di cetak dengan proses yang relative cepat dan ongkos yang tidak mahal.

Jurnalisme akhir-akhir ini berkembang sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi. Majalah mulai berkembang sekitar dua abad yang lalu, pada tahun 1920 dilanjutkan dengan penemuan radio komersil dan majalh-majalah beriat bermunculan. Pada masa  setelah perang dunaia ke II muncullah televise komersial. Majalah, Koran atau  

Jurnalisme online dan jurnalisme konvensional sendiri pada masa ini perkembanagnnya semakin pesat. Jurnalisme online dan juga jurnalisme konvensional mempunyai banyak perbedaan tapi semua ini hanya terletak pada media saja. Antara kedua jurnalisme ini mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

 

 

JURNALISME ONLINE (online jurnalisme) 

 

 

Jurnalisme online merupakan jurnalisme yang dapat di akses melalui media internet, yang biasa menyuguhkan informasi dalam bentuk audio, video, maupun grafis. Yang membedakan jurnalisme ini dengan jurnalisme yang lain adalah penggunaan teknologi. Jurnalisme yang sarat akan teknologi yang disuguhkan secara teraktual dan dapat dipercaya.

Sejarah jurnalisme online sendiri dimulai dari membebernya cerita perselingkuhan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dengan Monica Lewinsky yang dibeberkan oleh Mark Drugde. Berita tersebut5 di samapaikan melalui media internet, dan semua orangpun dapat menegaksesnya. Hal seperti ini dapat juga dilakukan oleh masyarakat yang tidak mengetahui cara penulisan jurnalisme secara baik. Kerja seperti ini seolah-lah bukan kerja seorang jurnalis. Jurnalisme online memungkinkan adanya pemberitaan yang salah karena para pengirim berita bisa siapa saja dan identitasnya sulit untuk kita temukan.

 

 

Jurnalis Online harus memutuskan tentang hal-hal sebagai berikut:
* Format media yang mana, yang terbaik untuk menyampaikan suatu berita (multimediality). Sejauh ini bandwidht dan hak cipta merupakan faktor-faktor struktural yang masih menghambat pengembangan content multimedia yang inovatif.
* memberi pilihan yang inovatif, berinteraksi, atau bahkan meng-customize (menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan publik bersangkutan) terhadap berita-berita tertentu (interactivity).
* Mempertimbangkan cara-cara untuk menghubungkan (connect) berita yang ia buat dengan berita lain, arsip, sumber data dan seterusnya lewat hyperlinks (hypertextuality).
 

 

JURNALISME KONVENSIONAL 

            

Jurnalisme konvensional adalah jurnalisme yang disampaikan melalui media seperti radio, televisi, majalah, ataupun  

Untuk membedakan antara jurnalisme online dan juga jurnalisme konvensional dapatv dilihat dari tabel berikut. 

 

Perbedaan Media Online dan Media Cetak  

 

No 

 

Jurnalisme Konvensional 

 

Jurnalisme On-line 

 

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

3.

 

 

 

 

4. 

 

 

 

 

5.

 

 

 

 

6.

 

 

 

 

7.

 

 

8. 

 

Panjang naskah dibatasi, misalnya 5-7 halaman kuarto yang diketik dalam 2 spasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebelum naskah di muat dalam sebuah media naskah harus di ACC terlebih dahulu oleh redaksi

Terbitnya berkala, contohnya mingguan, harian, ataupun bulanan

 

 

Walau sudah selesai dicetak, media belum bisa langsung dibaca oleh khalayak

Berita dan informasi disampaikan melalui batasan formal dan terdapat etika jurnalisme yang harus dipatuhi

Media yang digunakan adalah media cetak dan media non cetak seperti, radio dan televisi

Penggunaan tata bahasa sangat di perhatikan

Perlu keterampilan khusus dari jurnalis untuk mengelola informasi dan berita 

 

Dalam media online pemuatan naskah tidak dibatasi karena melalui suatu website naskah dapat sepanjang apapun. Dalam media online naskah di batasi demi kecepatan akses dan juga desain.

 

 

 

 

Beberapa media membebaskan jurnalisnya mengolah sendiri tulisannya 

Terbitnya kapan saja, tidak ada jadwal khusus kecuali untuk rubric tertentu 

Begitu di-upload, setiap berita dapat langsung dibaca siapa saja yang mengakses tertentu 

Batasannya hanya pada etika jurnalisme 

 

 

Media yang dipakai adalah internet  

 

 

Tidak terlalu memperhatikan tata bahasa

Tidak memerluakn keterampilan khusus dari pencari berita 

 

 

 

 

 

 

 

            Selain perbedaan dari segi media, antara jurnalisme online dan juga jurnalisme konvensional memiliki beberapa kekurangan dan juga kelebihan. Jurnalisme online tidak dapat kita konsumsi diwaktu kita tidak dihadapan komputer tapi dengan adanya radio, koran, dan juga televisi kita dapat mengkonsumsinya dimana saja. Selaian itu jurnalisme konvensional lebih menjamin kebenarannya atau keakuratannya sedangkan pada jurnalisme online semua dapat menulis beritanya tanpa etika jurnalisme, contohnya saja tulisan-tulisan yang ada pada blog. 

            Melalui jurnalisme online audience lebih leluasa memilih berita yang diinginkan. Penggunaan jurnalisme online sangat mudah dan pencarian beritanya sangat cepat. Semua berita yang ada dapat disimpan dan di akses kembali oleh audience.  Ini adalah kelebihan dari jurnalisme online. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

surat

kabar. Jurnalisme konvensional dapat dinikmati oleh siapa saja dengan melalui media-media tersebut. Dalam jurnalisme konvensional kebenaran beritanya dan juga keakuratannya dijamin dibandingkan dengan jurnalisme online. Dalam jurnalisme konvensional mementingkan penggunaan kaidah-kaidah jurnalisme berikut dengan etika-etika jurnalisme. 

 

 

 

 

 

surat

kabar, radio maupun televise adalah ccontoh-contoh dari jurnalisme konvensional. Pada tahun 1998 masyarakat mulai mengenal jurnalisme online atau online jurnalisme.

 

~ oleh pewexgombel pada Juli 2, 2008.

Satu Tanggapan to “PERBANDINGAN JURNALISME ONLINE DAN JURNALISME KONVENSIONAL”

  1. bila tertarik jurnalisme sastrawi silah tengok

    http://lenteradiatasbukit.blogspot.com/2008/09/blogger-unite-mari-tingkatkan-kemampuan.html

    salam hangat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: